Keunggulan Pusat Artificial Intelligence terletak pada potensi para peneliti ITB di bidang AI. Sesuai dengan bagian 1.3 Rekam Jejak Riset AI di ITB, telah dihasilkan sejumlah publikasi dan produk yang telah digunakan pihak industri, terutama untuk bidang computer vision dan natural language processing. Selain itu, bidang Artificial Intelligence saat ini merupakan bidang yang sangat berkembang baik di dunia penelitian maupun di dunia industri, terutama sejak dicanangkannya industry 4.0. Berbagai industri di berbagai bidang dan institusi pemerintah datang ke ITB untuk melakukan kerja sama baik berupa penelitian maupun yang berujung di pembuatan produk. Peluang ini juga dilihat oleh universitas lain di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Bina Nusantara yang mendeklarasikan Pusat Artificial Intelligence di institusinya masing-masing.
Walaupun ITB saat ini memiliki Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK), diperlukan Pusat Artificial Intelligence yang lebih fokus untuk menjawab kebutuhan terkait AI yang tinggi saat ini. Berbeda dengan visi dan misi Pusat AI, PPTIK fokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi serta solusi untuk digital learning dan smart city. Pada PPTIK, teknologi yang dikembangkan itu diterapkan pada domain pembelajaran dan smart city. Sedangkan pada Pusat AI, pengembangan keilmuan yang dimaksud adalah yang terkait artificial intelligence yang meliputi sains dan teknologi, yang bisa berupa lintas domain (multidisiplin), seperti misalnya penerapan artificial intelligence untuk dunia medis, untuk biologi, untuk pertambangan, transportasi, dst.